Tuesday, November 28, 2017

Keanehan di Tol Cipali

Narasumber pernah bocorin ceritanya ke sebuah radio, jadi jika ada yang merasa pernah mendengar atau membaca ini, maka itu wajar.
Keanehan di Tol Cipali


Namaku Gina, apa yang akan kalian baca ini terjadi pada hari Minggu 13 Oktober 2016 silam.
Aku tidak tau harus memulai cerita dari mana, namun dengan apa yang terjadi padaku, sejak peristiwa terjadi, hingga kini masih menimbulkan trauma bagiku danan kedua temanku
(Mala & Naura) untuk review berkendara melewati tol cipali dimalam hari ..

Kejadiannya berawal dari Cirebon, kota tempat dimana keluargaku banyak tinggal, yap kota udang / berintan itu sebutannya, kami berangkat pagi hari dari bandung, sesampainya disana kami bercanda, kuliner, seminyak tempat sejarah selayaknya seseorang yg sedang berwisata, aku menjadi tourguide untuk kedua orang temanku, ini bukan pertama kalinya kami bertiga kesini, sudah beberapa kali aku mengajak mereka kesini.

Hari sudah mulai sakit, perut kami sudah mulai keroncongan lagi walaupun jujur ​​kami sudah banyak berwisata kuliner disini.

Aku: lebah (sebutan kami) udah laper lagi belum? .
Sontak Mala & Naura menjawab: "iya"

Aku: makan yuk! makan apa kita.

Naura: gimana kalo makan ikan yang di kuningan itu lagi?
(Dulu aku sempat mengajak mereka makan ikan di tempat aku biasa dengan keluarga ku akhir pekan).

Aku & mala: yaudah ayo jalan nanti keburu malem lama di jalan.

Sepanjang perjalanan ke tempat makan selama 45 menit, kondisi kami baik-baik saja, sampai di tempat makan pun kami masih ceria, sehabis makan kami rehat sesaat karena kekenyangan, aku tidur-tiduran dulu sekalian menunggu adzhan maghrib.

Mala: yuk berangkat udah selesai makannya kan?
(Dia agaknya mengajak kita buru2 karna dia yang menyetir, kami rencana dari bandung ke cirebon ke jakarta mengantar temanku Naura pulang untuk kembali dia bekerja esok hari).

Aku: jangan buru2 lah tunggu maghrib dulu pamali kalo kata orang sunda sareupna!

Mala: udahlah ayo berangkat.
Akhirnya kita lanjutkan perjalanan, kami melewati tol cipali ke jakarta, dalam suasana ceria walau hujan turun di sana ..

Di dalam mobil kita sibuk masing-masing, aku browsing, naura yang sibuk dengan musik-musiknya & Mala yang fokus menyetir, sampai pada akhirnya tiba-tiba ada suara dengan suara keras. DUUAKK !! KREEEK !!! (suara mobil menabrak sesuatu & suara tulang terpatahkan di sebelah kiriku dan itu sangat jelas). Kejadiannya terlalu cepat, seingatku mobil oleng ke kanan hampir terperosok ke pertengahan tanah pembatas jalan, karna tol cipali tidak ada beton pembatas antara arah kanan & kiri, mobil kami kehilangan kendali dan terbentur. Aku teriak menyadarkan Mala untuk kembali memegang kendali setir agar tetap pada jalurnya.

Alhamdulillah mobil sukses di kendalikan, sontak kami bertiga memutuskan untuk berhenti kepinggir jalan tidak jauh dari posisi kejadian yang kami rasakan ada "sesuatu" yang tertabrak.

Aku: tadi itu kenapa? Apa yang di tabrak? Ada sesuatu kan?.

Mala: iya ada, aku lihat kita tabrak anjing, tapi anjingnya aneh dari jauh tidak ada tidak kelihatan, tiba-tiba dia udah ada di samping kiri, Jadi ketabrak ..

Kami melihat ke belakang untuk memastikan apa yang kami tabrak .. pasti jika ada sesuatu seperti anjing yang mala ceritakan, mobil yang lalu lalang di belakang kami pasti akan agak terganggu perjalanannya karena menggilas anjing ini, tapi .... tidak ada !! Semua mobil yang melewati jalan dimana kita merasa menabrak sesuatu itu lancar, mobil-mobil itu jalan dengan lancarnya memang tidak ada apapun yang mereka laju mereka.

Aku ingin turun untuk memastikan tapi apa daya aku perempuan, kami bertiga perempuan takut turun di jalan tol yang gelap, temanku Naura sibuk ingin menyampaikan sesuatu kepada aku & mala.

Naura: bee aku mau ngomong sesuatu tapi aku pindah dulu kedepan bee !! (Dengan sedikit memaksakan diri dia pindah kedepan, duduk di tengah jadi kita di depan bertiga).

Aku: bee tenang dulu ada apa? Kita bisa ngomong baik2 nanti, duduk baik-baik dululah, jangan kaya begini ga jelas, kataku pada Naura. Temanku Mala tidak bisa bicara apapun mungkin dia shock, akupun gemetaran dengan keanehan yang terjadi tapi Naura tidak mendengarkanku, dia tetap ngotot ingin duduk di tengah .. kamu mau ngomong apa? ..

Melihat situasi disini tidak kondusif, Kami urungkan perjalanan dan akan berhenti di tempat istirahat terdekat nanti, untuk membahas kejadian tadi. Sebelum melaju aku menganjurkan Mala melempar koin tapi kami bertiga tidak ada yang melihat kebelakang sampai rest area. (Orang tua dulu sering bilang kalau ada apa2 di jalan lempar koin, ya percaya tidak percaya sih).

Selama perjalanan kita diam tak bicara sepatah katapun sambil mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, karena aku berinisiatif medengarkan ayat itu agar tenang hati & fikiran kami. Sesampainya di rest area, kami melihat balik tapi tidak ada petunjuk di kilometer berapa kita sekarang. Kemudian aku bertanya kepada keamanan di sana ..

Aku: pak maaf mau tanya kalo ini daerah istirahat KM berapa ya?

Keamanan: iya neng, ini di KM 130. ada apa neng?.

Aku: tidak ada apa2 pak, cuman mau tanya aja, nuhun pak (dalam hatiku hari ini minggu tgl 13, kejadian tadi tidak jauh dari km. 130 ini, kami berangkat waktu maghrib apa ada yang salah ??).

Kemudian aku menghampiri Mala dan Naura, mereka sedang sedang menanti sesuatu yang sedang membenci saat ini menabrak.

Mala: ga ada apa2 bee kalo tadi betulan anjing yang tertabrak setidaknya ada baret di depan atau darah!  kerasa keras banget benturan sama suara patah
Aku & Naura terdiam.

Aku: oiya bee tadi di jalan makanya pindah kedepan ada apa? Ada yang mau di omongin? (tanyaku pada Naura)

Naura: Tadi pas kejadian oleng aku kan lagi liat layar hp, terus pas sadar liat kesamping, ada cewek duduk di sebelah aku ... tangannya mengangin pundak Mala kaya mau nyekik gitu bee .., Makanya aku cepet2 kedepan ...

Aku & Mala saling bertatapan, bulu kuduku berdiri semua, aku berinisiatif mendekat dengan mobil sambil sambil pembicaraan Naura yang jelas semakin membuat kita takut, saat aku liat kap lampu depan ada sesuatu yang berbentuk kupu-kupu masih hidup tertempel di kap lampunya (aneh lampu nyala panas, hujan deras kok bisa ini hewan nempel kering hidup) aku hanya bergumam tanpa aku beritahu kedua temanku akan hal ini ..

Kami rehat, membeli kopi dan coba balik ingatan tadi dengan sedikit ngejadi kembali perjalanan di awali dengan bismillah.

Selama perjalanan menuju Jakarta kita hanya terdiam, hanya suara deras hujan yang mengiringi kami, aku buka pembicaraan.

Aku: bee kok lampunya gelap banget?

Mala: iya emang dari berangkat lampunya lampunya segitu terangnya lagi udah pake lampu jauh.

Aku: oalah bahaya ini pelan2 aja ya jalannya.

Mala: oke, pelan yang penting selamat ya, kalo masalah sampe sih pasti sampe, yang jelas jakarta ga akan pindah ke bali kan? (Cetus mala menghangatkan suasana) sontak kami bertiga tertawa.

Alhamdulillah tol cipali kami lewati, kami lanjut menggunakan tol cikampek cuaca masih sama, hujan, tapi .. lampu mobil menyala dengan terangnya! terus di tol sebelumnya kok tau dah? Ah sudahlah Kami bertiga sepakat tidak membahas hal tadi.

Sesampainya di jakarta, kami menuju kost-an Naura, 3x kami jalan, tapi kami tidak bisa masuk ke gang kostannya .. aneh .. entah kenapa kami saling bingung gangnya mana. Bahkan GPS pun tidak berfungsi, kami parkir di pinggir jalan..kamu kami bertiga bertanya "ada apa ini? kenapa?"

Kami berdoa & memesan taxi online sesuai alamat kostan Naura lalu kami naik taksi tersebut, ya Tuhan kok selama kita muter 3x tadi ga liat puteran jalan ini, ah sudahlah.

Sampai kostan Naura, Kami rehat sebentar lalu melanjutkan perjalanan pulang ke bandung, Naura seakan tidak mau Kami tinggal, alhamdulillah perjalanan jakarta-bandung baik2 saja ...

Pagi hari aku dan mala sampai di bandung, kami istirahat & diskusi kejadian2 yang kami alami, merasa menabrak sesuatu & jelas terdengar suara patahan tulang, tapi tidak ada apa-apa? lampu mobil gelap tapi sekeluarnya dari tol itu nyala terangnya? Mencari kostan Naura 3x muter kami tidak dapat menemukan gangnya padahal Jelas gangnya ada di situ? Sudahlah, cukup yang kami alami, sebagai peringatan agar lebih berhati-hati kemanapun, dimanapun & kapanpun.

Aku &
Tamat.

Sumber : @mwv.mystic (Instagram)
Narasumber: @Angelou_inna (Instagram)

1 comments so far


EmoticonEmoticon